28 November 2009

berbahagialah, wahai kader ijtima'iyyah -sosial-

Allah tuhanku, Yang memberikan ilmu kepada hamba-hamba-Nya seluas-luasnya untuk dipelajari dan diamalkan, tiada tuhan selain Dia, maha memberi ilmu dan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
Rasulku Muhammad SAW, yang telah mewajibkan kepada umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu, semoga shalawat serta salam dilimpahkan oleh Kekasihnya, Allah SWT.

berbahagialah wahai kader sosial, ijtima'iyyah.
sesungguhnya dakwah sekarang masih memerlukan banyak kader ijtima'i -sosial. karena itu janganlah kamu bersungkan diri dan atau menangisi keadaan ketika kamu memilih jalur sosial.
akan kuberikan sedikit kutipan yang akan membuat kader sosial berbahagia. Ust. Anis Matta mengatakan, “orang-orang eksakta biasanya menerima kebenaran sebagai kebenaran, lalu mengikutinya tanpa banyak pertanyaan. Berbeda dengan berdakwah di kalangan ilmu sosial, bahkan lebih berat lagi di kalangan art. Mereka selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa.” 
saudaraku kader ijtima'i, Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada hamba-hambanya sesuai dengan usahanya. kalian akan mendakwahkan mereka, meskipun hal itu sulit, aku yakin pemikiran yang selama ini dipelajari oleh kader ijtima'i akan tidak jauh berbeda dengan mereka. dan aku yakin Allah mempermudah kalian.


coba kalian lihat keadaan-keadaan ini, karena dakwah islam sedang memerlukan aktifis ijtima'i

di kalangan eselon pemerintahan, banyak kader yang menjadi seorang ekskutif bukan dari sosial, dan lebih banyak kader kauni dan diniy. bukan dakwah tak mengharapkan itu, akan tetapi lebih kepada keprofesionalitasan seseorang.
beberapa masalah yang harus kita tahu bahwa suatu saat daulah islam akan terbentuk, kita memerlukan seorang yang ahli didalam bidang pemerintahan, lalu siapakah yang akan mengurus itu? seperti halnya negara afghanistan, setelah memenangkan jihad melawan musuh Allah, mereka mendapatkan kedaulatan dan pemerintahan, tetapi karena kurangnya kader ijtima'i dikalangan mereka, bangsa amerika mengoyak-ngoyak mereka dari dalam, dan memecah serta mengadu domba saudara kita se-iman. hingga akhirnya tidak bisa mendapatkan kedaulatan yang satu lagi.

dan ingatlah ketika negara ini masih memakai hukum yaasiq -hukum yang bersumber kepada selain Al-Quran dan As-sunnah, sedangkan apa yang dikatakan oleh sebagian saudara kita, "aku takut mempelajari itu, sesungguhnya itu bisa menjerumuskan seseorang". wahai saudaraku, islam memerlukan kader yang mempunyai keahlian mumpuni pada bidang hukum. agar mereka mempelajari dan menghapus pelan-pelan dengan segala pengetahuan mereka tentang kekurangan hukum tersebut, serta mulai mendakwahkan dan menerapkan hukum yang bersumber dari Al-Quran dan As-sunnah, agar dapat menjadi negara yang senantiasa diridhoi oleh Allah.
dan seorang kader tak mungkin terjerumus ke dalam jurang hitam dan mengikuti yaasiq apabila ia telah mengetahui hukum-hukumnya. kita harus lebih belajar banyak kepada ahlu batak yang banyak mengeluarkan sarjana-sarjana muda bidang HUKUM. semoga Allah memudahkan aktifis-aktifis dakwah.

ketika keadaan itu ditangani oleh kader-kader profesional, mungkin akan sedikit berbeda. dan islam boleh berbangga ketika ekonomi syari'ah nya diberlakukan di negeri ini , dan mulai sedikit naik pamor -semoga Allah meridhoi- .bahkan banyak negara-negara barat mencontoh sistem ini.

masih banyak sesungguhnya keadaan-keadaan memprihatinkan dari islam tentang urusan sosial,. karena islam mempunyai peradaban yang komperehensif -syumuliyatu al-islam, maka dari itulah saudaraku, kita perjuangkan islam dari berbagai sisi. jangan menafikan satu dengan yang lainnya.
sesungguhnya seluruh kader di bidang manapun dibutuhkan di dalam islam ini. tentunya untuk membentuk ustadziyatul alam.
SOSPOL, HUKUM, EKONOMI, DLL itu penting.
aku menunggu ingin berdiskusi dengan mu.
khaleed_rabbaney@yahoo.co.id
READ MORE - berbahagialah, wahai kader ijtima'iyyah -sosial-

inilah makna HIDUP, kawan

pujaku hanya untuk-Nya, Allah, beserta pujiku pada setiap hikmah yang Dia berikan kepadaku.
begitu juga dengan rasulku SAW, semoga Allah memberikan shalawat serta salam kepadanya, dan yang mengikuti sunnahnya, sehingga tidak mudah begitu saja orang-orang yang konsisten mengikutinya tertipu dengan hasrat dunia, yaitu: wanita, harta, dan tahta.

doaku telah dikabulkan oleh-Nya. terima kasih dengan segala kekuranganku, kepada orang yang telah berani mengungkapkan apa yang harus aku perbaiki. sungguh, semoga Allah memberikan rahmat kepadanya berbicara lantang di depan orang-orang dzalim. Jazakillah ya ukhti.

selama mengarungi kehidupan ini, aku meminta agar senantiasa diberi kekuatan di dalam memijaki sesuatu yang benar, dan tidak terpengaruh oleh fitnah-fitnah dunia.
dan dalam kenyataannya, Allah memberikanku kesulitan demi kesulitan yang begitu dahsyat, dan juga fitnah-fitnah yang tak terelakkan.
tetapi, aku bersyukur ketika aku sadari bahwa setelah aku mencoba tegar pada beberapa masalah tersebut, itu membuatku semakin lebih kuat dan sabar. Subhanallah.

aku meminta agar aku senantiasa dicintai oleh orang disekitarku, orang-orang yang dekat denganku.
dan dalam kenyataannya, bukannya Allah langsung memberikan kepadaku orang-orang dan lingkungan yang mencintai aku, tetapi, aku malah diberikan beberapa teguran melalui ciptaan-Nya -yang mungkin akan menenangkan atau bahkan menyakitkan hati-
aku bersyukur, karena aku diingatkan bahwa dunia ini adalah fana. dan tidak boleh berlebih lebihan dalam mencintainya.dan apabila aku ingin dicintai, aku harus menghargai suatu cinta itu

begitu pula ketika meminta kesuksesan dan kebaikan.
dan Allah pun memberikan peluang dan kesempatan. bukan langsung kesuksesan tersebut Allah berikan kepada kita. agar kita selalu berusaha untuk berjuang memperjuangkan apa yang kita inginkan.

begitulah, di dalam kehidupan, ketika kita berdoa untuk meminta sesuatu, kadang Allah malah memberikan sesuatu yang dibutuhkan untuk itu, memberikan fasilitas menuju jalan itu, bukan suatu yang langsung real diberikan kepada kita. meskipun itu suatu yang tidak kita ingingkan. karena itu semua adalah hikmah yang besar dalam kehidupan ini.
inilah hikmah kehidupan.
inilah substansi kehidupan.
inilah makna kehidupan itu kawan.


dari hati paling dalam, hati ini menangis
.
READ MORE - inilah makna HIDUP, kawan