Allah tuhanku, Yang memberikan ilmu kepada hamba-hamba-Nya seluas-luasnya untuk dipelajari dan diamalkan, tiada tuhan selain Dia, maha memberi ilmu dan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
Rasulku Muhammad SAW, yang telah mewajibkan kepada umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu, semoga shalawat serta salam dilimpahkan oleh Kekasihnya, Allah SWT.
berbahagialah wahai kader sosial, ijtima'iyyah.
sesungguhnya dakwah sekarang masih memerlukan banyak kader ijtima'i -sosial. karena itu janganlah kamu bersungkan diri dan atau menangisi keadaan ketika kamu memilih jalur sosial.
akan kuberikan sedikit kutipan yang akan membuat kader sosial berbahagia. Ust. Anis Matta mengatakan, “orang-orang eksakta biasanya menerima kebenaran sebagai kebenaran, lalu mengikutinya tanpa banyak pertanyaan. Berbeda dengan berdakwah di kalangan ilmu sosial, bahkan lebih berat lagi di kalangan art. Mereka selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa.”
saudaraku kader ijtima'i, Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada hamba-hambanya sesuai dengan usahanya. kalian akan mendakwahkan mereka, meskipun hal itu sulit, aku yakin pemikiran yang selama ini dipelajari oleh kader ijtima'i akan tidak jauh berbeda dengan mereka. dan aku yakin Allah mempermudah kalian.
coba kalian lihat keadaan-keadaan ini, karena dakwah islam sedang memerlukan aktifis ijtima'i
di kalangan eselon pemerintahan, banyak kader yang menjadi seorang ekskutif bukan dari sosial, dan lebih banyak kader kauni dan diniy. bukan dakwah tak mengharapkan itu, akan tetapi lebih kepada keprofesionalitasan seseorang.
beberapa masalah yang harus kita tahu bahwa suatu saat daulah islam akan terbentuk, kita memerlukan seorang yang ahli didalam bidang pemerintahan, lalu siapakah yang akan mengurus itu? seperti halnya negara afghanistan, setelah memenangkan jihad melawan musuh Allah, mereka mendapatkan kedaulatan dan pemerintahan, tetapi karena kurangnya kader ijtima'i dikalangan mereka, bangsa amerika mengoyak-ngoyak mereka dari dalam, dan memecah serta mengadu domba saudara kita se-iman. hingga akhirnya tidak bisa mendapatkan kedaulatan yang satu lagi.
dan ingatlah ketika negara ini masih memakai hukum yaasiq -hukum yang bersumber kepada selain Al-Quran dan As-sunnah, sedangkan apa yang dikatakan oleh sebagian saudara kita, "aku takut mempelajari itu, sesungguhnya itu bisa menjerumuskan seseorang". wahai saudaraku, islam memerlukan kader yang mempunyai keahlian mumpuni pada bidang hukum. agar mereka mempelajari dan menghapus pelan-pelan dengan segala pengetahuan mereka tentang kekurangan hukum tersebut, serta mulai mendakwahkan dan menerapkan hukum yang bersumber dari Al-Quran dan As-sunnah, agar dapat menjadi negara yang senantiasa diridhoi oleh Allah.
dan seorang kader tak mungkin terjerumus ke dalam jurang hitam dan mengikuti yaasiq apabila ia telah mengetahui hukum-hukumnya. kita harus lebih belajar banyak kepada ahlu batak yang banyak mengeluarkan sarjana-sarjana muda bidang HUKUM. semoga Allah memudahkan aktifis-aktifis dakwah.
ketika keadaan itu ditangani oleh kader-kader profesional, mungkin akan sedikit berbeda. dan islam boleh berbangga ketika ekonomi syari'ah nya diberlakukan di negeri ini , dan mulai sedikit naik pamor -semoga Allah meridhoi- .bahkan banyak negara-negara barat mencontoh sistem ini.
masih banyak sesungguhnya keadaan-keadaan memprihatinkan dari islam tentang urusan sosial,. karena islam mempunyai peradaban yang komperehensif -syumuliyatu al-islam, maka dari itulah saudaraku, kita perjuangkan islam dari berbagai sisi. jangan menafikan satu dengan yang lainnya.
sesungguhnya seluruh kader di bidang manapun dibutuhkan di dalam islam ini. tentunya untuk membentuk ustadziyatul alam.
SOSPOL, HUKUM, EKONOMI, DLL itu penting.
aku menunggu ingin berdiskusi dengan mu.
khaleed_rabbaney@yahoo.co.id
READ MORE - berbahagialah, wahai kader ijtima'iyyah -sosial-
Rasulku Muhammad SAW, yang telah mewajibkan kepada umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu, semoga shalawat serta salam dilimpahkan oleh Kekasihnya, Allah SWT.
berbahagialah wahai kader sosial, ijtima'iyyah.
sesungguhnya dakwah sekarang masih memerlukan banyak kader ijtima'i -sosial. karena itu janganlah kamu bersungkan diri dan atau menangisi keadaan ketika kamu memilih jalur sosial.
akan kuberikan sedikit kutipan yang akan membuat kader sosial berbahagia. Ust. Anis Matta mengatakan, “orang-orang eksakta biasanya menerima kebenaran sebagai kebenaran, lalu mengikutinya tanpa banyak pertanyaan. Berbeda dengan berdakwah di kalangan ilmu sosial, bahkan lebih berat lagi di kalangan art. Mereka selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa.”
saudaraku kader ijtima'i, Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada hamba-hambanya sesuai dengan usahanya. kalian akan mendakwahkan mereka, meskipun hal itu sulit, aku yakin pemikiran yang selama ini dipelajari oleh kader ijtima'i akan tidak jauh berbeda dengan mereka. dan aku yakin Allah mempermudah kalian.
coba kalian lihat keadaan-keadaan ini, karena dakwah islam sedang memerlukan aktifis ijtima'i
di kalangan eselon pemerintahan, banyak kader yang menjadi seorang ekskutif bukan dari sosial, dan lebih banyak kader kauni dan diniy. bukan dakwah tak mengharapkan itu, akan tetapi lebih kepada keprofesionalitasan seseorang.
beberapa masalah yang harus kita tahu bahwa suatu saat daulah islam akan terbentuk, kita memerlukan seorang yang ahli didalam bidang pemerintahan, lalu siapakah yang akan mengurus itu? seperti halnya negara afghanistan, setelah memenangkan jihad melawan musuh Allah, mereka mendapatkan kedaulatan dan pemerintahan, tetapi karena kurangnya kader ijtima'i dikalangan mereka, bangsa amerika mengoyak-ngoyak mereka dari dalam, dan memecah serta mengadu domba saudara kita se-iman. hingga akhirnya tidak bisa mendapatkan kedaulatan yang satu lagi.
dan ingatlah ketika negara ini masih memakai hukum yaasiq -hukum yang bersumber kepada selain Al-Quran dan As-sunnah, sedangkan apa yang dikatakan oleh sebagian saudara kita, "aku takut mempelajari itu, sesungguhnya itu bisa menjerumuskan seseorang". wahai saudaraku, islam memerlukan kader yang mempunyai keahlian mumpuni pada bidang hukum. agar mereka mempelajari dan menghapus pelan-pelan dengan segala pengetahuan mereka tentang kekurangan hukum tersebut, serta mulai mendakwahkan dan menerapkan hukum yang bersumber dari Al-Quran dan As-sunnah, agar dapat menjadi negara yang senantiasa diridhoi oleh Allah.
dan seorang kader tak mungkin terjerumus ke dalam jurang hitam dan mengikuti yaasiq apabila ia telah mengetahui hukum-hukumnya. kita harus lebih belajar banyak kepada ahlu batak yang banyak mengeluarkan sarjana-sarjana muda bidang HUKUM. semoga Allah memudahkan aktifis-aktifis dakwah.
ketika keadaan itu ditangani oleh kader-kader profesional, mungkin akan sedikit berbeda. dan islam boleh berbangga ketika ekonomi syari'ah nya diberlakukan di negeri ini , dan mulai sedikit naik pamor -semoga Allah meridhoi- .bahkan banyak negara-negara barat mencontoh sistem ini.
masih banyak sesungguhnya keadaan-keadaan memprihatinkan dari islam tentang urusan sosial,. karena islam mempunyai peradaban yang komperehensif -syumuliyatu al-islam, maka dari itulah saudaraku, kita perjuangkan islam dari berbagai sisi. jangan menafikan satu dengan yang lainnya.
sesungguhnya seluruh kader di bidang manapun dibutuhkan di dalam islam ini. tentunya untuk membentuk ustadziyatul alam.
SOSPOL, HUKUM, EKONOMI, DLL itu penting.
aku menunggu ingin berdiskusi dengan mu.
khaleed_rabbaney@yahoo.co.id